Senin, 28 Oktober 2013

Tugas resensi bahasa Indonesia



Nama              :Tria Setyorini
Kelas              : 11 ipa 2
No abs             : 33



Resensi Novel SURAT KECIL UNTUK TUHAN
- Judul                       : Surat Kecil  Untuk Tuhan
- Pengarang          : Agnes Davonar
- Penerbit              : Inandra Publisher
- Tahun terbit       : Agustus 2008
- Kota terbit          : Jakarta
- Edisi                     : ke-13
- Tebal buku          : 228 halaman
- Ukuran buku       : 19 x 13 x 1.5cm
- Nomor buku        : 978 – 979 – 18346 – 3 - 6
- Harga buku          : Rp. 38.800
- Penokohan             :
         Keke                                 : Gadis cilik berusia 13 tahun yang pintar , sabar, pantang menyerah dan tabah menghadapi ujian hidup yang berat.
         Ayah Joddy                     : Sosok ayah yang sabar dan bijaksana
         Andi                                   : Seorang pemuda yang pandai dan setia                                                 - Setting Tempat :        
         Rumah Keke
         Sekolah
         Rumah Sakit
- Sudut Pandang : Orang Pertama
- Amanat               :
Bersyukurlah kamu atas apa yang telah Allah S.W.T berikan dan Janganlah kamu
menjadi orang yang putus asa dalam meraih kesuksesan walaupun ribuan aral
merintang .
Sinopsis          :

            Novel ini menceritakan tentang perjuangan gadis remaja yang melawan kanker ganas, yakni Rabdomiosarkoma (kanker jaringan lunak ). Dia adalah Gita Sesa Wanda Cantika, kita mengenalnya sebagai mantan artis cilik era 1998. Gadis kecil inilah yang menjadi tokoh utama dalam novel Surat Kecil Untuk Tuhan. Dalam cerita ini sendiri Gita atau yang lebih dikenal dengan nama Keke divonis menderita kanker ganas dan diprediksi hidupnya tinggal lima hari lagi. Kanker jaringan lunak itu menggerogoti bagin wajahnya sehingga terlihat buruk seperti monster. Walau dalam keadaan sulit, Keke terus berjuang untuk tetap bersekolah layaknya gadis remaja lainnya.
            Orang tua Keke berat mengambil keputusan dalam pemutusan jalan penyembuhan kanker yang diderita oleh Keke. Mereka tak ingin dan tak tega bila separuh wajah Keke harus hilang karena operasi. Karena hal tersebut, maka ayah dan keluarganya merahasiakan penyakit ini dari Keke.
            Namun, pada akhirnya Keke pun tahu bahwa ia terkena kanker ganas. Mengetahui hal itu, Keke sama sekali tidak marah, ia hanya pasrah tentang apa yang terjadi padanya. Ia selalu tersenyum kepada siapapun dan selalu terlihat baik-baik saja.
Dengan kanker yang dideritanya, Keke masih mampu berprestasi dan hidup normal di bangku sekolah formal. Tuhan memberikan kebesaran hati dengan memberikan nafas panjang padanya untuk lepas dari kanker itu sesaat.
            Ayahnya Joddy Triapianto tidak menyerah begitu saja, ia terus berjuang agar Keke terlepas dari vonis kematiannya. Begitu mengharukan, ayah Keke mencari Pengobatan alternative dan berkeliling ke seluruh Indonesia, walau dengan hasil yang nihil. Karena hal itu, mau tidak mau ayah Keke harus kembali ke jalan medis dan menurut Dokter cara lain yang bisa membunuh kanker itu adalah Kemoterapi.
            Selanjutnya, Keke menjalani kemoterapi, sekali kemoterapi mampu merontokkan semua rambut yang ada di tubuhnya. Dia menjalani kemoterapi sebanyak 25 kali. Dan pada akhirnya setelah 6 bulan lamanya menjalani kemoterapi Keke dapat sembuh lagi.  Kasus kanker yang dialami oleh Keke ini merupakan kasus pertama yang ada di Indonesia, serta menjadi perdebatan dikalangan kedokteran, dimana kanker tersebut hanya menyerang orang tua bukan pada remaja seusia Keke. Ditambah lagi dengan keberhasilan Dokter di Indonesia yang berhasil menyembuhkan kanker tersebut menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua dokter-dokter di dunia bertanya-tanya.
            Karunia Tuhan yang sungguh luar biasa yang membuatnya dapat bersama dengan keluarga dan sahabat yang ia cintai lebih lama.  Hari demi hari Keke jalani dengan penuh bersyukur, dia menikmati kesembuhannya itu. Namun, pada akhirnya kanker itu kembali lagi setelah sebuah kebahagiaan sesaat. Kanker itu datang di lokasi yang berbeda, yakni di pelipis mata sebelah kanan. Keke sadar bahwa nafasnya di dunia ini semakin sempit. Mengetahui hal itu di tidak marah pada Tuhan, justru ia sangat bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernafas lebih lama dari vonis lima hari dan akhirnya bertahan hingga tiga tahun lamanya.
            Dalam penyembuhannya kemudian, ayah Keke mencoba Kemoterapi lagi. Seluruh rambut Keke rontok tak bersisa. Namun, sepertinya kanker tersebut mulai kebal terhadap bahan kimia. Kanker itu tetap duduk manis di pelipis kanan Keke. Mengetahui hal itu, ayah Keke kemudian membawa Keke ke Singapura untuk dioperasi, tetapi karena despreso mereka pun kembali ke Indonesia dengan kondisi Keke yang semakin parah.
Walau begitu, semangat Keke untuk belajar sangat tinggi, ia tetap keukeuh untuk sekolah. Bahkan disaat tangan dan kakinya sudah tidak mampu lagi digerakkan.
            Waktupun berlalu, kondisi Keke tak kunjung membaik dan akhirnya ia harus dirawat inap di RSCM dan mengalami koma selama tiga hari.
Dimasa opname tersebut ada berita yang begitu membahagiakan baik untuk keke maupun keluarganya  bahwa tuhan memberikan cobaan sesuai kemampuan hamba-nya. ‘’keke  mendapat juara tiga di kelasnya dalam ujian akhir sekolah’’.
Lalu dokter menyerah terhadap kankernya, di nafasnya nyang terakhir ia menulis sebuah surat kecil kepada tuhan.
Nafasnya telah berakhir 25 desember 2006. Tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan idul fitri terakhir bersama keluarganya dan sahabat-sahabatnya. Namun, kini kisahnya menjadi abadi dan akan selalu di kenang
Novel Surat Kecil Untuk Tuhan ini menceritakan secara lengkap perjalanan dan perjuangan hidup Gita Sesa Wanda Cantika yang sabar dan pantang menyerah melawan penyakit kanker jaringan lunak pertama kali di Indonesia . Terlebih cara penulis menyampaikan kisah Gitta tersebut dengan jelas menggambarkan setiap kisah-kisah Gitta yang penuh misteri, dari kebahagian, kesedihan, senyuman dan air mata. Hal itu membuat para pembaca akan dengan mudah mengerti hingga larut dalam cerita seperti benar-benar telah mengenal Gitta yang tangguh dengan begitu dekat . Hanya saja di antaranya kata-kata penulis dalam novel kadang membuat pembaca berimajinasi lain dalam menafsirkan kata-kata kiasan penulis.
Buku ini cocok dibaca oleh semua umur karena banyak pelajaran dan keteladanan yang dapat kita ambil dari novel ini . Manfaat setelah membaca buku ini adalah kita menjadi sadar bahwa segala cobaan yang diberikan Tuhan adalah sebuah keharusan yang harus dijalankan dengan rasa syukur dan beriman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar